Puisi Archives | Mamanism
-1
archive,category,category-puisi,category-3,bridge-core-1.0.4,ajax_fade,page_not_loaded,,vertical_menu_enabled,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-18.0.9,qode-theme-bridge,disabled_footer_top,disabled_footer_bottom,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.0.5,vc_responsive

Banyak sekali topeng yang kau pakai ? Tak cukupkah hanya wajah aslimu saja yang kau tampakkan. Sebab, kadang dusta tak lebih dari sekadar topeng yang bertingkat - tingkat....

Sebelum senja tiba di tepi lautdan matahari memekikkan sinarnya yang merah. Mari tuntaskan segelas kesepian ini, Nona.Selepas senjadan ingatan yang tertawa.Mari biarkandua bibir berpagutan mesra dan terdiamdalam hangatnya cahaya.LOVE YOU...

Waktu kita tak pernah habis, nona.Sebab aku tak pernah pergi. Di pelupuk matamu, aku berdiam diri.Mula - mula kau datang lewat kelopak senja,Susah payah aku menangkapmu lewat mataku.Ketika hari mulai gelap, kau api yang menerangilewat senyum juga bias bintang di wajahmu--aku jatuh hati.Lewat pertemuan selanjutnya.Aku...

Tik Tok     Tik Tok          Tik Tok             Tik TokKulihat lewat jendela.hujan masih terlalu deras di luar sana.Di ingatanku; ada yang tak berhenti berputar.Sepotong senyum manis saat senjaDan musim semi yang mengembang di wajahmu.Tik Tok     Tik...

Hari iniHujan tiba di Negeri Seberang.Dan air matakuMenggigil lebih kerasDaripada gemerutuk hujan di luar jendela.Bulan Januari, tepat di tanggal sebelas.Aku pergi.Meninggalkan musim semi di kotaku.Serta senyum mungil yang tiba dari wajahmu.Sihir hujan.Kau tahu, seberapa besar hujan mampu menghipnotis seseorang ? bahkan waktu ?Hujan mampu membuat...

Di kota ini.Tentu saja pernah ada harum wangi dari tubuhmu.Aku menyambutmu dengan ramah,di depan pintu stasiun.Kau tersenyum.Hatiku, berguguran karenanya.Di kota ini.Musim semi tiba di bulan januari.Seperti sepasang merpatiKita,berjalan berdampinganMeski rasa canggungMasih menyelimuti pikiran masing - masing.Di kota ini.Musim semi yang hangat masih tersisa.Tepat di bulan...

*Bagiku, senja ini.Kepergian yang tak lain gugur daun.Angin sunyi yang kencang dan mata kosong yang menatap langit - langit.*Tapi, di matamu; kepergian hilang berganti bahagia.Senja ini: bersemayam lebih lama di balik kelopakmu.*Tentang jarak, yang lebih maya dari senja.Dari jendela mata kepada bias jingga di atas...

/1/Kepergian;ialah waktu yang berwujud lain.Sedang kenangan;ialah akar waktu yang menghujam pikiran./2/Kepergian;tak lain daun - daunyang berguguran kala kemarau,angin sunyi yang kencang,dan mata kosong yang menatap langit - langit....