Sihir Hujan dan Kartu Pos Dari Negeri Seberang | Mamanism
42
post-template-default,single,single-post,postid-42,single-format-standard,bridge-core-1.0.4,ajax_fade,page_not_loaded,,vertical_menu_enabled,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-18.0.9,qode-theme-bridge,disabled_footer_top,disabled_footer_bottom,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.0.5,vc_responsive

Sihir Hujan dan Kartu Pos Dari Negeri Seberang

Hari ini
Hujan tiba di Negeri Seberang.
Dan air mataku
Menggigil lebih keras
Daripada gemerutuk hujan di luar jendela.

Bulan Januari, tepat di tanggal sebelas.
Aku pergi.
Meninggalkan musim semi di kotaku.
Serta senyum mungil yang tiba dari wajahmu.

Sihir hujan.
Kau tahu, seberapa besar hujan mampu menghipnotis seseorang ? bahkan waktu ?

Hujan mampu membuat lidah seseorang sepertiku
Tak mampu berkeluh tentang pergi yang menyakitkan
Dan langkah kaki yang enggan berpamitan lewat depan rumahmu.

Maaf atas kelancanganku yang pergi tanpa permisi.
Dan tak mengabarimu.

Sebagai gantinya,
Kukirimkan kartu pos bergambar kota Paris.
Yang kubeli dari paman tua dan istrinya di pinggir jalan.
Bersama dengan kata maaf
Serta beberapa sajak yang tertinggal saat musim semi lalu.

Semoga kau akan tetap menunggu.
Musim semi yang harusnya kita lalui bersama–dulu.

Sebab Cinta yang tulus.
Tak akan pernah pupus
Meski pada musim dan waktu yang entah.

No Comments

Post A Comment