Di Musim Semi Yang Kelima | Mamanism
41
post-template-default,single,single-post,postid-41,single-format-standard,bridge-core-1.0.4,ajax_fade,page_not_loaded,,vertical_menu_enabled,side_area_uncovered_from_content,qode-theme-ver-18.0.9,qode-theme-bridge,disabled_footer_top,disabled_footer_bottom,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.0.5,vc_responsive

Di Musim Semi Yang Kelima

Tik Tok
     Tik Tok
          Tik Tok
             Tik Tok

Kulihat lewat jendela.
hujan masih terlalu deras di luar sana.
Di ingatanku; ada yang tak berhenti berputar.
Sepotong senyum manis saat senja
Dan musim semi yang mengembang di wajahmu.

Tik Tok
     Tik Tok
          Tik Tok
             Tik Tok

Kucoba untuk meregangkan otot – otot kakiku.
Suara detak jam di pergelangan tanganku
Masih begitu keras.
Kadang suara hujan pun samar kudengar.

Masih kusimpan beberapa memori tentangmu.
Tentang kerling mata sebening senja.
Bibir mungil yang menyapaku.
Serta musim semi yang hijau di wajahmu.

Ah…. Kau memang terlalu indah untuk dilupakan.

Tik Tok
     Tik Tok
          Tik Tok
             Tik Tok

Hari ini, tepat musim semi kelima.
Aku kembali pulang.
Ke kota yang dulu kutinggalkan
Dan cinta yang sempat kutanggalkan.

Semoga saja kau membaca pesan yang kukirimkan kemarin. Semoga…

Masih kuingat, di stasiun ini.
Pertemuan pertama dan kisah yang kita ciptakan.
Semoga kau pun masih mengingatnya.
Dan semoga masih ada hati yang kau simpan untukku.

Tik Tok
     Tik Tok
          Tik Tok
             Tik Tok

Sial… Suara dentang arloji ini semakin keras saja !! Dasar !!
“Apa tak ada yang lebih keras lagi ?” Umpatku.

“Hai,,,,”

No Comments

Post A Comment