Untuk Aku yang tanpa Engkau.

Lihatlah, sekarang aku disini tanpa engkau.

Jika kemarin di pundakku,
ada engkau yang bersandar dengan risau.
Mengoceh tentang apa saja, yang baru kau lewati.
Lalu, kau tersenyum, kemudian tertawa.
Tapi, itu dulu.
Iya, sekarang aku disini tanpa engkau.
Saat punggungmu, adalah sauh yang terhanyut oleh ombak.
Aku memandangimu lewat butir air mata,
yang jatuh telak di pipiku.
Kemudian kau, mengucap salam perpisahan lewat angin,
angin laut yang menuju padaku.
Dingin, dingin sekali. Hingga beku ujung tanganku.
Dan,untuk aku yang tanpa engkau; disini.
Yang selalu merawat cinta bodoh; yang dulu pernah aku gilai.
Yang tak hentinya meracau namamu, setiap malam.
Dalam doa yang terpanjat pada Tuhanku.
Lelaplah, lelaplah dalam kenanganmu.
Lalu, esok biarkan ia pergi menjauh dari bilikmu.
Sebab, cinta yang akhir akan selalu setia pada setiap luka dan bahagia.
Ia, tak akan pernah pergi, bahkan saat dunia runtuh menimpa ragamu.
-M-

10 thoughts on “Untuk Aku yang tanpa Engkau.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *