Puisiku Berdarah

Lihat,

puisiku berdarah – darah

karena mengingatmu.

Sebelumnya,

senyummu tak pernah selama ini di pikiranku.

Dan namamu;
sesuatu yang menyelamatkanku
dari kesepian.

Tapi, lebih sering menyakitkan
melebihi kesepian itu sendiri,
melebihi puisiku yang berdarah – darah.

-M-

2 thoughts on “Puisiku Berdarah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *