fbpx

Air Mata

Air Mata

/1/

Air mata

tidak pernah mengenal usia,
ia hanya mengenal
apa yang terlahir setelahnya —

dari ceruk mata tuannya.

/2/
Dan air mata;

adalah sementara yang mengekalkan.

/3/
Seperti air mata.

Puisi,
adalah perasaan – perasaan

yang terkandung di dalamnya.

/4/
Air mata berpuisi,

melahirkan sunyi.

/5/
Dan pada air matamu,
kebahagiaan dan kesedihan itu

mempunyai takarannya masing – masing.
-M-

Share this post

Comments (6)

  • Shakti Nugroho Reply

    Menulis dalam kesedihan, berkata melalui untaian syair "air mata". :))

    April 10, 2014 at 8:06 am
  • MUHAMMAD RENDI AZMI Reply

    "dari ceruk mata tuannya.."

    *dalem…. saking dalemnya, artinya aja gak tau.. 😐

    April 10, 2014 at 11:55 am
  • Maman F.R. Emha Reply

    Ya, sebab air mata merupa kata – kata yang tak lagi bersisihan. 🙂

    April 10, 2014 at 3:22 pm
  • Maman F.R. Emha Reply

    Yah…. 😐

    Ya udah ntar kalau belum tahu tanya dulu sama rumput yang bergoyang ya… ^_^

    April 10, 2014 at 3:25 pm
  • pertiwiyuliana Reply

    Duh, puisinya 🙂

    April 11, 2014 at 7:22 am
  • Maman F.R. Emha Reply

    terus, orangnya gak "Duh" juga nih mbak… ^_^

    April 11, 2014 at 8:27 am

Leave a Reply to Maman F.R. Emha Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *