Adalah Puisi…

q

“Adalah puisi, yang menyimpan segala kesedihannya dibalik tirai – tirai tirani.” – @mamanism

Begitulah puisi, mengajarkanku betapa manusia butuh sebuah pelampiasan lewat kata – kata, manusia butuh sebuah wadah dalam mengekspresikan semua, dan itu semua ada dalam puisi. Di dalamnya kita dapat bercerita kata demi kata lewat sebuah tulisan, di dalamnya kita melebur menjadi apa yang sedang kita rasakan.

Setahun yang lalu, tepat pada bulan Maret 2013, Bli Adit (@commaditya), Mbak Bumi (@bentarabumi), Mbak Lingka (@elwa_), Mbak Iit (@iitsibarani_), dan juga Mbak Primjte (@primtje) mengawali sesuatu yang akan selalu melekat bagi para pecinta puisi di tanah air ini. Mereka ingin puisi tetap ada dan menggema di dengung para pecintanya, bukan hanya sebagai pelepas gundah tapi juga wadah untuk menjadikannya seperti darah yang mengalir pada nadi kita.

Sejak bulan Maret 2013, dimulai dari P. Bali malam puisi muncul, hingga saat ini sudah mencapai 34 kota yang bersama – sama merayakan Malam Puisi. Kala itu, secara tidak sengaja aku mengetahui adanya Malam puisi ini di linimasa, dimana tempat pertama kali yang kudatangi adalah Surabaya sebelum akhirnya dari teman – teman Surabaya menyuruhku untuk membuatnya juga di kota yang sebelumnya aku tempati, yaitu di Kota Malang.

Tepat saat itu, selepas aku menyelesaikan tugas akhirku sebagai mahasiswa tingkat akhir. Memang sebelumnya aku belum berani untuk mengadakan malam puisi di kota Malang, bahkan sampai aku mengikuti Malam puisi kedua di Surabaya, karena memang aku belum tahu siapa saja yang ingin bersama – sama mengadakan kegiatan ini di kota malang, hingga akhirnya aku mendapat pesan dari salah seorang penggerak malam puisi Surabaya yang kebetulan sedang kuliah di kota Malang yaitu kak Nath (@Nathayuu). Kemudian dipertemukannya aku dengan salah seorang cewek yang ternyata sama – sama menyukai puisi yaitu Tania (@taniiabcd) bersama dengan teman – teman penggerak lainnya yaitu; wiem, feby, zahra, mas rizal, mbak eci, ikanang, fadila, dll.

Nongkrong – nongkrong lucu bersama para penggerak Malam Puisi Malang.

Kami bahu – membahu untuk membuat acara ini terselenggara, mengadakan pertemuan di tempat ngopi meski kami sama – sama sibuk, memikirkan bagaimana konsep acaranya, tema, peralatan yang diperlukan, mencari tempat untuk acara, dsb. Beberapa kali kami melakukan pertemuan di beberapa kedai kafe hingga larut malam, lalu kemudian lahirlah malam puisi pertama di kota Malang tepat pada tanggal 19 Oktober 2013 di Warsu ( Warung Susu ).

Betapa bahagia hati kami pada saat itu, acara malam puisi tersebut dihadiri oleh banyak orang bahkan sampai kursi yang ada di kedai tersebut tidak cukup. Saya pun tidak menyangka euforianya akan seperti ini, bahkan ada beberapa media yang datang untuk meliput acara ini. Sungguh pada hari itu kami merasa sangat puas sekali, kerja keras yang kami lakukan saat itu membuahkan hasil yang sangat maksimal. Terima kasih pula untuk teman – teman Malam Puisi Surabaya yang bersedia berkunjung balik ke kota Malang, mas @penagenic, mas @mazni, tiwi ( @pratiwihputri ), upit (@heiupit), mas rendi (@mardikarend), tak lupa pula mas Bagus (@ladangsandiwara) yang bersedia datang jauh – jauh dari jogja, juga menjadi salah satu sponsor kami, kalian semua keren.

Ada mas @penagenic ft. @ladangsandiwara dan @mardikarend sebagai yang tampil dengan musikalisasi puisi karya Aan Mansyur yang berjudul “Kepada Hawa”, juga beberapa teman – teman teater kampus yang ada di kota Malang.

Dan inilah wajah – wajah lesu tapi bahagia dari kami tim penggerak malam puisi Malang :

Bukan hanya itu bahkan sampai sekarang komunitas Malam Puisi di kota Malang seringkali diundang untuk menghadiri beberapa acara seni disana. Saya sangat bangga dengan ini semua, meskipun hanya mengikuti satu kali di kota Malang dan dua kali di kota surabaya sebelum akhirnya saya berlabuh di tempat dimana Malam puisi ini dicetuskan yaitu di Pulau Bali dan sangat bersyukur bisa bertemu langsung dengan foundernya yaitu Bli Adit.

Sungguh, memang tak ada hal baik yang tak menghasilkan kebaikan pula. Terima kasih Malam Puisi untuk menjadi wadah untuk kami menyalurkan hal baik ini lewat sebuah puisi. Selamat merayakan #SetahunMalamPuisi, kami semua turut bangga bisa mengenalkanmu pada semua, kami bangga berada di bawah payung aksaramu, kami bangga menjadi seorang seniman. Sekali lagi, Selamat merayakan satu tahun Malam puisi, semoga kata demi kata tak akan pernah berhenti di dadamu. Selamat Beribadah Puisi !!!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *