Teruntuk Perempuan Penjamah Cinta.

Teruntuk Perempuan Penjamah Cinta.
Hadirmu adalah setangkup harapan bagi sebuah tanaman dalam hati.
Meski sejenak kau lewat dalam pelupuk mata dan juga tubuh ini.
Namun bayangmu, tetap setia disana, seakan menanti sebuah raga untuk bersamanya.
Berbariskan sebuah senyuman yang kau pancarkan lewat kedua mata.
Teruntuk Perempuan Penjamah Cinta.
Tak sadarkah kau, bahwa jiwa ini sering meronta dalam diamnya.
Menunggu sebuah kepercayaan untuk menjadi sebuah kepastian.
Kuharap hadirmu kembali dan tak lagi menjadi sebuah bayang – bayang.
Namun dengan sebuah senyuman yang tanpa penghalang.
Teruntuk Perempuan Penjamah Cinta.
Bibir indahmu adalah sebentuk ciptaan indah sang Maha Pencipta.
Setiap gerakanmu adalah tarian yang menyatukan setiap kain perca.
Lihatlah, aku ingin kedua mata ini saling memandang.
Beradu cerita dan cinta dalam satu harapan dan kasih sayang.
Teruntuk Perempuan Penjamah Cinta.
Mungkin aku hanyalah seorang yang merasa kau nyata di dalam semesta ragaku.
Tapi kuharap cenayang semesta akan menunjukannya padamu.
Sebuah rindu yang mendiami kalbu, sewindu terdiam tanpa kehadiranmu.
Sebuah harap yang tak ingin berakhir sendu.

2 thoughts on “Teruntuk Perempuan Penjamah Cinta.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *