Waspadai Penculikan Anak Berkedok Pembantu

ilustrasi(lockerz.com)
Foto Zahra Fatiya Mubarok (lockerz.com)
Malam hari tadi (4/9/2012) dikabarkan bahwa telah hilang seorang anak bernama Zahfa Fatiya Mubarok(2), putri dari Ketua Komisi Penyiaran Daerah Jawa Barat (KPID Jabar) Neneng Atiyatul Faizia. Penculiknya adalah seorang pembantu yang baru dipekerjakan selama 10 hari. Nama dari penculik itu adalah Metta (24).
Metta merupakan wanita berusia 20 tahun asal Singajaya, Garut, dengan postur tubuh pendek, berambut hitam dan pendek, serta berkulit putih.
Kronologi dari penculikan itu berawal ketika sang pembantu (Meeta) mengajak si zahfa pergi untuk membeli sesuatu ke warung obat. Rupanya kemudian mereka berdua tidak pernah kembali lagi ke rumah setelah beberapa lama. Pihak keluarga baru menyadari bahwa Zahfa dibawa pergi pada Selasa (4/9/2012) pukul 20.00 saat ponsel Metta tidak bisa dihubungi.
Dari penuturan Dimyati keponakan dari Neneng, terungkap bahwa Metta baru bekerja selama 10 hari di rumah pasangan Neneng dan Husni. Selama bekerja, dia tidak menunjukkan gejala yang mencurigakan. Selama kejadian pihak keluarga yaitu Neneng beserta suaminya, Husni Mubarok, sedang berada di rumah keluarga mereka di daerah Cicaheum.
“Metta sayang dengan Zahfa dan akrab dengan pengasuhnya,” kata Dimyati.
Kabar penculikan ini mulanya disiarkan oleh Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Ezki Suyanto melalui situs jejaring sosial Twitter. “Mohon bantuan Zahfa Fatiya Mubarok, usia 2 tahun, anak dari Neneng Atiyatul Faizia, Ketua KPID Jabar, dibawa lari Meta, pembantunya,” tulis Komisioner KPI ini di akun Twitter-nya, Selasa kemarin.
Pihak keluarga sendiri kemudian segera melaporkan kejadian ini ke Polsek terdekat untuk segera ditindak lanjuti. Sang ayah, Husni Mubarok juga mengharapkan agar anaknya bisa dikembalikan dengan keadaan sehat.
“Kami memohon sebagai ayah dan bundanya agar Zahfa segera dikembalikan. Kami sudah sangat merindukannya. Teh Metta, mohon segera diaktifkan ponselnya,” ujar Husni seperti dikutip oleh kompas.com.
Kejadian seperti ini sebenarnya banyak terjadi dalam kehidupan masyarakat, namun bedanya sekarang adalah kejadian ini menimpa anak seorang pejabat di daerah Jawa Barat. Kedok penculikan ini sudah sering kali terjadi di dalam fenomena masyarakat sekarang ini. Seharusnya para orang tua juga tidak sepenuhnya menyerahkan anaknya kepada pengasuh/pembantu. Apalagi kepada orang yang baru 10 hari dikenalnya. Indikasi – indikasi seperti sang pembantu tidak ingin diikuti keluar ketika pergi bersama anaknya juga patut diwaspadai. Karena bisa jadi hal itu akan menimbulkan kesempatan bagi sang pembantu untuk melakukan aksinya. Orang tua seharusnya juga bisa menemani anaknya meskipun sudah ada pembantu/pengasuh di samping anaknya, agar kejadian ini tidak terulang kembali kepada orang tua – orang tua yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *