Sinkronisasi Pemerintah, Masyarakat/Komunitas, dan Guru demi Pendidikan Yang Berkualitas

Pendidikan Berkualitas | Ilustrasi (http://olx.co.id)

Keadaan pendidikan di negara kita ini yaitu Indonesia jika ditinjau secara global mungkin sudah bagus, namun lain halnya bagi keadaan pendidikan di kota – kota terpencil yang notabene kekurangan segalanya mulai dari Guru pendidik, fasilitas pembelajaran, maupun keadaan tempat belajar yang cukup bahkan sangat memprihatinkan.

Seperti dikutip oleh www.indonesiaberkibar.org bahwa,”Lebih dari 1,5 juta remaja tidak akan atau bisa menyelesaikan pendidikan; sementara sekitar 13% keadaan kelas di sekolah-sekolah berada dalam situasi memprihatinkan bahkan rusak; lebih dari 54% guru di Indonesia tidak memiliki kualifikasi yang cukup.”. Hal ini cukup menyayat hati saya ketika membacanya, ternyata masih ada di sudut pojok negara kita ini keadaan pendidikan yang seperti itu.

Indonesia jika tanpa pendidikan pasti tidak akan pernah menjadi seperti Indonesia pada saat sekarang, karena mereka semua yang sudah berada di atas (baca : Mempunyai Jabatan Yang tinggi), mereka juga dulu pernah menempuh pendidikan yang ada di negara kita ini, namun bedanya hanya pada sistem pendidikan yang diterapkan oleh masing – masing pihak sekolah.

Berbicara tentang sistem pendidikan di negara kita ini, sebenarnya bagi sekolah – sekolah yang elit di negara ini mereka sudah mampu menerapkan sistem pendidikan seperti yang ada di luar negeri. Namun, malangnya bagi sekolah – sekolah yang berada di pelosok mereka mungkin belum tahu tentang sistem yang telah diterapkan oleh sekolah – sekolah elit yang diadopsi dari luar negeri ini. Karena terbatasnya jarak dan juga waktu bagi mereka untuk mengetahui informasi – informasi yang telah di terapkan di Kota – kota besar seperti di Jakarta, Surabaya, Bandung, Malang, dan kota – kota besar lainnya.

Adanya dukungan yang penuh bukan hanya dari Guru maupun pemerintah, namun juga dukungan dari masyarakat dan komunitas perlu lebih digalakkan dan dikoordinir agar harapan yang akan dicapai dapat menjadi kenyataan demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas bagi sekolah – sekolah yang masih perlu sokongan penuh dari berbagai lini.

Sinkronisasi antara pemerintah, masyarakat/komunitas, dan juga guru sangat penting adanya. Karena jika hanya salah satu yang mempunyai semangat untuk pendidikan ke depan yang berkualitas maka akan terjadi ketimpangan sosial. Namun jika semuanya bersatu demi pendidikan, maka harapan anak – anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang layak akan dapat terwujud.

Pada tanggal 3 Oktober lalu, di situs www.menkokesra.go.id diberitakan bahwa pemerintah telah mengucurkan dana senilai Rp 803 Miliar untuk pendidikan di Indonesia yang dibantu oleh Pemerintah AS melalui USAID. Ini mungkin merupakan bukti yang nyata, yang telah dilakukan pemerintah Indonesia untuk lebih dari 300.000 siswa yang akan dibantu.

Program di atas merupakan aplikasi dari pertemuan Presiden AS dan juga Presiden RI yang berujung Kemitraan Komprehensif AS-Indonesia, yaitu komitmen yang ditandatangani oleh Presiden Barack Obama dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2010 untuk meningkatkan kerjasama dan mempererat hubungan antara kedua negara. Fokus yang akan dikenakan dalam program peningkatan ini adalah prioritas pada daerah berpenghasilan rendah yang notabene kualitas pendidikannya masih di bawa rata – rata.

Bukan hanya permerintah saja yang seharunya turut ikut andil dalam pengembangan pendidikan yang ada di Indonesia ini, namun guru sebagai tenaga pendidik juga mempunyai peranan penting bagi pendidikan itu sendiri. Guru selayaknya juga mendapatkan akses untuk mengetahui bagaimana pendidikan berkualitas itu dibangun dengan dibantu oleh adanya komunitas atau masyarakat yang sepatutnya juga peduli pada pendidikan demi masa depan bangsa yang lebih baik.

Tenaga pendidik yang ada di daerah berpenghasilan rendah juga perlu dibantu dalam masalah akses informasi misalnya ; pemerintah memberikan bantuan akses internet di sekolah – sekolah yang di bawah rata – rata tersebut sekaligus memberikan alat komunikasi yang cukup untuk Tenaga pendidik yang ada disana. Zaman sekarang kita akan dikatakan “Katrok” jika tidak mengenal yang namanya internet, maka dari itu perlu adanya sosialisasi agar guru – guru bisa Go Blogging ataupun mencar hal – hal yang menunjang bagi pendidikan yang ada disana.

Contohnya, seperti pada website www.guru-indonesia.net, disitu lengkap sekali tentang panduan – panduan dalam pembelajaran sekaligus materi – materi pelajaran yang sudah terupdate isinya mengikuti perkembangan jaman yang ada. Ada juga direktori tentang mahasiswa yang tentunya nanti akan mengajarkan tentang pendidikan pada generasi – generasi berikutnya.

Tak hanya berhenti disitu saja, peranan masyarakat atau komunitas juga perlu adanya. Sebab tanpa adanya dukungan penuh dari masyarakat yang peduli pada pendidikan atau komunitas sebagai penggiat dari pendidikan sendiri. Pendidikan di Indonesia seperti terjadi sebuah ketimpangan yang sangat nyata adanya jika tanpa disokong oleh tiga unsur tersebut Pemerintah, Masyarakat/komunitas, dan Guru.

4 thoughts on “Sinkronisasi Pemerintah, Masyarakat/Komunitas, dan Guru demi Pendidikan Yang Berkualitas”

  1. sebenernya memang itu yang harus jadi pemikiran para pejabat di atas dan kita sebagai generasi muda juga harus ikut mendukung adanya gerakan untuk memajukan pendidikan di indonesia ini… 😀
    Siap langsung ke TKP..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *