fbpx

#Part2 | Dimanakah Setan Sebenarnya saat ramadhan ?

Dalam artikel yang aku tulis sebelumnya yang berjudul “Dimanakah Setan Sebenarnya saat Ramadhan ?“, di akhir artikel aku menuliskan sebuah pertanyaan :

“Jadi, Sebenarnya dimanakah Setan Itu berada saat Bulan Ramadhan ?”

Namun kelihatannya aku harus mencari jawaban dari pertanyaan itu sendiri, setelah aku browsing kesana-kemari akhirnya kutemukan beberapa artikel yang menjelaskan sebenarnya ada rahasia apa dibalik kata “Setan Terbelenggu di saat Bulan Ramadhan” dan mengapa masih ada saja kejahatan yang terjadi di dunia ini, padahal menurut Hadist yang pernah aku muat dalam artikelku sebelumnya dijelaskan bahwasanya Ketika Pintu Ramadhan telah dibuka maka setan – setan akan dibelenggu.
Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan berkah, penuh dengan pahala, penuh dengan Kasih sayang dari Tuhan. Bulan ini adalah bulan suci yang ditunggu oleh umat islam selama satu tahun. Orang islam yang menunggu karena benar – benar memaknai dan memahami adanya bulan ini ataupun orang yang belum mengetahuinya.
Namun, yang kerap kali menjadi sebuah pertanyaan adalah kenapa di saat bulan Ramadhan seperti ini masih saja ada kejahatan – kejahatan yang dilakukan oleh manusia. Sebenarnya apakah Setan juga ikut andil dalam kejahatan ini ?? Padahal katanya mereka Sudah dikarangkeng, sudah diborgol. Hal itu pun kerap mengganggu pikiranku selama ini.
Kerangkeng
Gambar dari (http://artikelassunnah.blogspot.com)
Dalam suatu artikel menjelaskan dengan jelas sekali bahwasanya Sebenarnya yang dibelenggu dan diborgol itu adalah Gembongnya Setan atau yang biasa disebut maradatus syayathin. Sedangkan setan – setan yang masih kelas teri dibiarkan berkeliaran untuk menggoda iman manusia – manusia yang lemah diantara kita.
Seperti yang telah saya jelaskan pada artikel sebelumnya bahwa ada suatu hal yang memang menggelitik pikiran saya yaitu kata “Posisi setan saat Ramadhan tetap berkeliaran dan menggoda manusia, tetapi tidak seperti biasanya bisa menggoda manusia setiap saat.” (http://blogajaranislam.blogspot.com/2010/08/posisi-setan-saat-ramadhan.html).
Kalau kita mencoba untuk lebih mendalaminya lagi sebenarnya apa yang ada dalam kalimat tersebut benar adanya, coba lihat di berita atau di media massa lainnya peningkatan kejahatan yang terjadi di masyarakat menurun beda dengan bulan – bulan sebelumnya yang bisa saja satu hari itu di semua saluran berita isinya adalah Kejahatan dan kriminal saja.
Al-Qurthubi pernah berkata, “Jika dikatakan, bagaimana kita masih dapat menyaksikan banyaknya keburukan dan kemaksiatan di bulan Ramadan. Seandainya setan diikat, seharusnya hal itu tidak terjadi?” Maka jawabanya adalah, “Bahwa kemampuan setan menggoda menjadi berkurang dalam menggoda orang-orang yang berpuasa apabila dia memperhatikan syarat-syarat dan adab-adabnya. Atau pemahaman lain bahwa yang diikat hanyalah setan pembangkang, bukan semuanya sebagaimana disebutkan dalam sebagian riwayat. Atau yang dimaksud adalah berkurangnya keburukan di bulan tersebut, dan ini adalah perkara yang dapat dirasakan, karena terjadinya keburukan menjadi berkurang di bulan ini. Disamping itu, kalaupun semua setan diikat, hal itu bukan berarti tidak akan terjadi keburukan dan kemaksiatan, karena semua itu dapat terjadi karena sebab selain setan, seperti jiwa yang buruk, serta kebiasaan jelek atau karena setan manusia.” (http://artikelassunnah.blogspot.com/2011/07/mengenai-diikatnya-setan-pada-bulan.html).
Sekarang intinya bagaimana kita bisa menjaga akhlak kita dan jangan biarkan setan kelas teri itu berhasil menghasut kita dengan tipuan dan rayuannya. Karena Kita adalah mahluk yang mendapatkan nikmat lupa dan salah, maka selayaknya kitalah yang harus berbenah diri dari segala tipu daya Setan. Kan kasihan juga Si Setan setiap kali ada kejahatan maka orang – orang bilang itu adalah perbuatan setan, padahal kenyataannya mereka sendiri manusia yang melakukannya hanya saja mereka tidak bisa melawan hasutan dari setan.
Jadi mulai sekarang mari kita coba untuk introspeksi diri kita masing – masing mumpung sekarang kita masih diberi kenikmatan berada di dalam bulan yang Suci ini, bulan Ramadhan yang penuh berkah. Jangan – jangan jawaban dari pertanyaan yang saya ajukan tadi justru tempatnya ada di dalam HATI KITA masing – masing. Naudzubillahi min dzalik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *