UN, Apa gunanya ?

Ini merupakan pertanyaan besar dalam dunia pendidikan. Jika gunanya hanya untuk syarat kelulusan saja sedangkan dalam nilai psikologissnya tidak ada menyebabkan terdegradasinya kualitas guru di lapangan. Mereka yang telah mengajar selama berpuluh tahun lamanya tidak dapat lagi mengevaluasi siapa siswa yang berhak lulus dari sekolahnya karena disebabkan oleh adanya UN itu sendiri.
System ujian nasional (UN) telah menghanguskan otonomi para guru. Kebrobbrokan itu ada dalam sistem, bukan dalam individu para guru. Kebijakan UN secara otomatis telah memaksa para guru memikul beban berat di luar tanggung jawabnya berhadapan dengan kepentingan sekolah, orang tua, dan para siswa. Kebijakan tersebut memaksa mereka menjadi pelaku kecurangan dan kriminalitas, bahkan bisa juga dianggap terorisme. Pasukan Densus 88 antiteror yang bertugas memburu para teroris, kini mereka juga mencari menangkap para guru yang ditemukan melakukan kecurangan.
UN adalah cela dan noda nasional. Ia telah menjelma menjadi saksi ketidakseriusan pemerintah dalam mengelola dunia pendidikan. Mengorbankan para guru dan siswa atas nama kebijakan poliatik pendidikan jangka pendek merupakan sebuah arogansi kekuasaan yang sama sekali tidak memerhatikan keberlangsungan dunia pendidikan dalam jangka panjang. Sehingga jangan disalahkan jika nantinya banyak para siswa yang telah lulus banyak yang menjadi pengangguran. Para guru yang ingin berhenti dari pekerjaannya disebakan minimnya gaji guru dan jarangnya perhatian dari pemerintah terhadapa guru yang telah menjadi buronan pemerintah bila UN telah diselenggarakan.
Arogansi kekuasaan inilah yang akan membuat bangsa ini kehilangan SDM yang sedari dulu telah dipersiapkan oleh sekolah-sekolah dalam bidangnya masing-masing karena ditukar dengan UN yang hanya beberapa hari itu dengan mata pelajaran yang belum tentu sesuai dengan minat para siswa. Lau apa gunanya UN ? mengapa UN sekarang masih terus dibelakukan ? lebih baik kebijakan UN dihapus saja dan harus benar- benar segera dihentikan serta dihilangkan dari system pendidikan yang ada di Indonesia ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *